Home / Headline

Jumat, 5 Juli 2024 - 08:37 WIB - Editor : Redaksi

Polres Jember Berhasil Ungkap Pengiriman Ratusan Ribu Butir Okerbaya, 8 Tersangka Diamankan

JEMBER – Polres Jember Polda Jatim kembali berhasil membongkar transaksi 211 ribu butir obat keras berbahaya (Okerbaya) melalui jasa pengiriman ekspedisi.

Atas pengungkapan tersebut ada 8 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran okerbaya yang turut diamankan.

Mereka berinisial DK, AFH, MW, AM, AW, CAW, RES dan JM. Tersangka diamankan di rumahnya dan juga kantor ekspedisi.

Sebanyak 8 tersangka ini semua berstatus residivis dan 7 orang berasal dari Jember dan 1 orang asal Banyuwangi.

“8 tersangka ini mereka satu rangkaian mulai dari bandar sampai ke pengecernya,” kata Kasatreskoba Polres Jember, Iptu Nurmansyah, Kamis (4/7).

Baca Juga :  Dorong Berdirinya Penangkaran, BKSDA Jatim Hibahkan Sepasang Merak ke Pemkab Ponorogo

Dari 8 tersangka yang diamankan, satu orang di antaranya perempuan yang sebelumnya, anaknya pernah diamankan dalam kasus yang sama.

“Dulu anaknya pernah kita amankan dengan kasus yang sama,” terang Iptu Nurmansyah.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menyampaikan, selain mengamankan ratusan ribu butir pil jenis Trihexyphenidyl dan Dextro, turut diamankan 1 ons sabu-sabu hasil penggrebekan.

Kapolres Jember menerangkan terbongkarnya kasus tersebut berawal dari laporan salah satu ekspedisi di Kecamatan Sumbersari yang curiga dengan kiriman paketan.

Setelah Satreskoba Polres Jember mendatangi lokasi, lalu kiriman paket itu dibuka ditemukan 2000 butir obat terlarang jenis Trihexyphenidyl pada 28 Juni 2024.

Baca Juga :  Pasien Corona Membaik, Kasatreskrim Polres Ponorogo Minta Masyarakat Tak Sebar Berita Hoaks

“Setelah dikembangkan, ditemukan sejumlah puluhan ribu obat terlarang hingga total mencapai 211 ribu butir. Selain itu juga diamankan 7 buah handphone dan uang senilai Rp1 juta,” sebutnya.

Untuk pelaku sabu dikenakan Pasal 112 dan 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara

“Untuk kepemilikan obat terlarang, tersangka kita kenakan Pasal 435 dan 436 Undang-undang kesehatan nomor 17 tahun 2023 dengan ancaman maksimal 5 sampai 15 tahun, serta denda maksimal Rp5 miliar,”pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Polres Ponorogo gelar Apel Kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak musim kemarau bersama Inkait

Headline

Ruang Perawatan dan Tenda Darurat RSUD dr Hardjono Ponorogo Sudah Penuh terisi Pasien

Headline

Sat Samapta Polres Ponorogo Gelar Pengamanan Ibadah Sholat Jum’at

Headline

Bahaya Penggunaan Narkoba Polsek Slahung Aktif Laksanakan sosialisasi Terhadap Warganya.

Headline

SUNGGUH BEJAT HRT 41 TAHUN SETUBUHI BINGA 2 KALI

Headline

Jelang Pilkada 2020, Kapolres Ponorogo berikan Arahan kepada Personel

Headline

Pemdes Kedung Banteng Bagi masker

Headline

Silaturahmi Tanpa Batas Bersama Asparagus dan Kapolrestabes Surabaya