SAMPUNG, KANALPONOROGO.COM: Sejumlah tokoh nasional dan pejabat daerah menanam pohon Kalpataru di kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (22/8/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Merdeka Run 2026 sekaligus simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kemakmuran wilayah Ponorogo.
Sesmenko Perekonomian RI sekaligus Ketua Umum Pawitandirogo, Susiwijono Moegiarso, bersama Anggota 1 BPK RI yang juga Pembina Pawitandirogo, Nyoman Adhi Suryadnyana, serta Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita menanam pohon Kalpataru secara bersama-sama.
Bupati dan Wakil Bupati Magetan serta Bupati dan Wakil Bupati Pacitan turut menghadiri kegiatan tersebut.
Penanaman pohon berlangsung setelah ribuan peserta menyelesaikan rute Merdeka Run 2026 di kawasan MRMP. Kegiatan itu tidak hanya menghadirkan olahraga massal, tetapi juga mengusung pesan pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon.
Panitia menyiapkan sebuah prasasti marmer hitam bertuliskan emas sebagai penanda kegiatan penanaman pohon Kalpataru. Prasasti tersebut mencatat pelaksanaan penanaman pada 22 Agustus 2026 dan mencantumkan nama Susiwijono Moegiarso, Nyoman Adhi Suryadnyana, serta Lisdyarita sebagai tokoh yang melakukan penanaman.
Pemilihan pohon Kalpataru memiliki makna simbolis. Dalam mitologi Indonesia, Kalpataru dikenal sebagai pohon kehidupan yang melambangkan keberlanjutan, kelestarian lingkungan, dan kemakmuran.
Susiwijono menjelaskan bahwa penanaman pohon peneduh di kawasan Monumen Reog Ponorogo memiliki pesan penting bagi pembangunan daerah.
Ia menyebut penanaman tersebut sebagai simbol keberlanjutan dan kemakmuran, dengan harapan pembangunan Ponorogo dan wilayah Pawitandirogo semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Nyoman Adhi Suryadnyana yang merupakan putra asli Kecamatan Sampung mengungkapkan kebanggaannya terhadap pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban.
Menurut Nyoman, keberadaan monumen tersebut dapat menjadi salah satu landmark penting yang menggambarkan kejayaan Ponorogo dan kawasan sekitarnya.
Penanaman pohon Kalpataru kemudian memperkuat pesan tersebut. Selain membangun infrastruktur dan kawasan wisata, para tokoh yang hadir juga mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di sekitar Monumen Reog.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam mendorong pembangunan Ponorogo. Pembangunan kawasan Monumen Reog tidak hanya mengedepankan kemajuan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.



