Ponorogo

Kapolres Ponorogo Gelar Dialog Bersama Mahasiswa, Bahas Keselamatan Pelajar hingga Persoalan Kamtibmas

Kapolres Ponorogo Gelar Dialog Bersama Mahasiswa, Bahas Keselamatan Pelajar hingga Persoalan Kamtibmas

PONOROGO – Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., menggelar Dialog Bersama Mahasiswa (DIAGRAM) di Aruna Cafe, Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan Ponorogo, Senin malam (19/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait persoalan keamanan dan sosial di Kabupaten Ponorogo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto Fauzal, S.I.K., M.H., jajaran pejabat utama Polres Ponorogo, serta perwakilan organisasi mahasiswa Cipayung Plus dan organisasi intra kampus.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari keselamatan pelajar di jalan raya, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, perizinan dan pemulihan lingkungan pascatambang, dampak proyek panas bumi (geothermal) terhadap ekosistem dan pariwisata, hingga dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial.

Menanggapi persoalan lalu lintas, AKBP Damus Asa menjelaskan bahwa Polres Ponorogo telah melakukan edukasi di sekolah-sekolah terkait penggunaan helm, larangan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, serta kelengkapan teknis kendaraan.

“Keselamatan pelajar di jalan raya menjadi perhatian kami. Upaya yang kami lakukan tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga edukasi dan pencegahan,” tegasnya.

Terkait kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, Kapolres menegaskan bahwa setiap laporan akan ditangani secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap memperhatikan perlindungan korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan.

Sementara mengenai persoalan pertambangan, Kapolres menyatakan akan mendalami informasi dari mahasiswa, melakukan pengecekan lapangan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Jika ditemukan dugaan pelanggaran hukum, penanganan akan dilakukan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Adapun terkait bantuan sosial, masyarakat diminta menyampaikan pengaduan disertai informasi yang jelas agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tepat.

Kapolres mengapresiasi peran mahasiswa sebagai mitra kritis dalam menyampaikan persoalan publik. Ia juga berencana mengupayakan kegiatan ngopi bareng setiap bulan sebagai sarana membahas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Melalui kegiatan DIAGRAM, Polres Ponorogo berharap aspirasi mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti bersama instansi terkait demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah Kabupaten Ponorogo.