Ponorogo

Polsek Sukorejo Bersama TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu di Desa Lengkong

Polsek Sukorejo Bersama TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu di Desa Lengkong

PONOROGO – Kepedulian terhadap kebutuhan akses masyarakat ditunjukkan Polsek Sukorejo bersama TNI, pemerintah desa, dan warga Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Mereka bergotong royong membangun jembatan sesek atau jembatan sementara berbahan bambu yang menghubungkan dua dukuh, Selasa (3/11/2026).

Pembangunan jembatan tersebut difokuskan pada akses penghubung Dukuh Lor Kali RT 04/RW 02 dengan Dukuh Kidul Kali RT 01/RW 02 yang melintasi Sungai Supit Urang. Selama ini, keberadaan akses penghubung tersebut menjadi kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas dan aktivitas masyarakat kedua dukuh.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu melibatkan Kapolsek Sukorejo IPTU Agus Tri Cahyo Wiyono, S.H., M.H., beserta anggota, empat personel Koramil Sukorejo, Kepala Desa Lengkong, serta masyarakat setempat.

Seluruh peserta terlibat langsung dalam pekerjaan pembangunan. Dengan semangat kebersamaan, mereka berbagi tugas mulai dari menyiapkan peralatan hingga mengerjakan konstruksi jembatan bambu.

Gotong royong tersebut membuahkan progres signifikan. Hingga sekitar pukul 11.30 WIB, pembangunan jembatan telah mencapai kurang lebih 80 persen dan direncanakan dilanjutkan setelah istirahat siang.

Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa melalui Kapolsek Sukorejo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi TNI-Polri, pemerintah desa, dan warga.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dan membantu memenuhi kebutuhan akses penghubung antarwilayah bagi warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong merupakan kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh elemen diharapkan terus terpelihara agar kebutuhan masyarakat dapat diupayakan penyelesaiannya secara bersama-sama.

Pembangunan jembatan sementara berbahan bambu tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga Dukuh Lor Kali dan Dukuh Kidul Kali, sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Meski demikian, aspek keamanan dan kelayakan konstruksi tetap menjadi perhatian sebelum jembatan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.