Home / Budaya / News

Selasa, 8 September 2015 - 05:25 WIB - Editor : redaksi

Alumni Kedung Banteng Praktek, Kadinsosnakertrans Lakukan Pengecekan

KANALPONOROGO-Beredarnya rumor para alumni lokalisasi Kedung Banteng yang berada di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Sukorejo yang melakukan praktek terselubung, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Ponorogo Sumani segera melakukan pengecekan ke lokalisasi.

“Pada kamis malam kami bersama biro Kesra Provinsi Jatim sudah melakukan pengecekan ke lokasi, juga tidak ada temuan atau indikasi praktek itu tidak ada,”ucap Kadinsosnakertrans Kabupaten Ponorogo Sumani.

BACA JUGA : Terkait Kedung Banteng, Komisi D DPRD Konsultasi ke KemensosAlamak, Masih Ada Yang Praktek di Kedung Banteng

Saat ini pihak Dinsos telah membentuk tim yang terdiri dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan dari Dinsos sendiri. Tim tersebut terdiri dari dua regu yang secara gantian memantau lokalisasi.

Sedangkan terkait dengan munculnya beberapa pertanyaan tentang bantuan bagi 92 warga terdampak yang berada di sekitar lokalisasi, Sumani menegaskan jika semua itu masih dalam kajian dan dilakukan setelah penutupan lokalisasi.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi Kapolsek Slahung Melaksanakan Kunjungan Silahturahmi Ke Balai Desa Gombang

“92 warga yang berada di sekitar itu dampaknya bagaimana, tidak kok langsung dikasihkan, kalau dampaknya kesulitan ekonomi itu baru kita back up, tapi kalau berdampak yang lain, belum tentu kesemuanya mendapatkan bantuan, ya kita kaji, kalau memang perlu bantuan pendampingan ya kita berikan pendampingan, makanya ini masih dalam proses kajian mereka,”tegas Sumani.

Disebutkanya, fakta sekarang ini mereka yang terkena dampak itu banyak yang pulang ke daerahnya sendiri, atau kembali ke masyarakat yang ternyata mereka juga memiliki usaha sendiri.

“Tempat itu bukan satu-satunya tempat menghuni atau harus tetap hidup disitu, harus mencari nafkah disitu, hanya memang mereka mencari rejeki dilokalisasi itu, dan dari pantauan tim kami, mereka telah beralih ke sumber ekonomi yang lain, kalau memang sudah lebih baik, ya mestinya kita bersyukur,”terangnya.

Tentang adanya indikasi alumni lokalisasi yang melakukan praktek liar disejumlah titik diluar bekas lokalisasi Kedung Banteng, Sumani mengaku telah menurunkan tim untuk memantau ke sejumlah titik yang dicurigai menjadi tempat praktek mantan penghuni Kedung Banteng ini.

Baca Juga :  Kapolsek Ngebel Sambangi dan Silaturahmi Dengan Petani Ikan Nila Di Desa Ngrogung

“Kami telah menurunkan tim ke sana untuk lebih intens dan cermat memantau, dan hasilnya tim tidak menemukan adanya alumni lokalisasi yang praktek disejumlah titik yang dicurigai tersebut,”bebernya.

Untuk mengantisipasi para mantan penghuni Kedung Banteng tetap melakukan praktek terselubung di lokalisasi, pihak Dinsos akan memasang peringatan dan aturan dengan memasang baliho atau spanduk dilokasi dan melalui media. Peringatan tersebut akan berisi bahwa jika mereka tetap melakukan praktek akan dikenakan pasal pidana.

Sumani menegaskan, saat ini Dinsos telah memegang data semua mantan penghuni lokalisasi lengkap dengan fotonya dan mantan penghuni sudah membawa surat pernyataan untuk tidak mengulang praktek liar disejumlah tempat di Ponorogo. Jika ditemui adanya mantan lokalisasi Kedung Banteng praktek liar disejumlah titik, akan ditangkap dan diseret ke ranah hukum.(K-1)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Selip di Jembatan Randu Pocong, Pengendara Vixion Meninggal di TKP

Hukrim

Penyidik Hadirkan Orang Kepercayaan YP Sebagai Saksi

News

Dibakar Api Cemburu, Pria Ngawi Pukul Kepala Istrinya Hingga Tewas

Militer

Dipimpin Serka Agung Basuki, Anggota Kodim 0802 Bersama Warga Siapkan Material Rehab RTLH TMMD ke-106

Birokrasi

Ketua PN Ponorogo Dipindahtugaskan

Nasional

Hari Pahlawan, DPC PDIP Ponorogo Ziarah ke TMP

kombis

Tutup Rangkaian Reses, Ibas Kunjungi Petani Sayur Plaosan

Mataraman

Puncak Memperingati HUT Bhayangkara ke 73, Polres Ponorogo Lakukan Pemotongan Tumpeng