Home / kombis / News

Selasa, 22 September 2015 - 19:00 WIB - Editor : redaksi

Petani Keluhkan Harga Kedelai Rendah

KANALPONOROGO-Petani kedelai di delapan kabupaten di Jawa Timur mengeluh rendahnya harga pembelian kedelai dipasaran.

Harga kedelai dipasaran saat ini hanya berkisar Rp 5.000,- perkilogram, padahal Kementrian Perdagangan telah menetapkan harga pembelian kedelai sesuai dengan Permendag Nomor 49/M DAG/PER/7/2015 adalah Rp 7.700 per kilogram.

“Harga Pembelian Petani (HPP) tetap dipermainkan tengkulak. Kami menginginkan harga dasar bukan HPP,” kata Sanyoto, petani kedelai dari Trenggalek saat temu wicara kelompok tani kedelai di Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Selasa (22/09).

Baca Juga :  ¬†Belasan Pendaki Terjebak Kebakaran Gunung Lawu

Acara temu wicara itu dihadiri ratusan petani, sejumlah pejabat nasional di antaranya Elias Poyong, Asisten Deputi Pangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Maman Suherman Direktur Aneka Kacang dan Umbi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, pejabat Pemerintahan Kabupaten Ponorogo.

Selain itu hadir juga Kepala Dinas Pertanian di kabupaten yang menjadi sentra kedelai di Jawa Timur, yaitu Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, Mojokerto, Banyuwangi, Nganjuk, Blitar, dan Kediri.

Rendahnya pembelian kedelai di pasaran ini, mengakibatkan petani enggan menanam kedelai. Mereka memilih menanam jagung saat musim kemarau lantaran harga jual pasca panen dinilai lebih tinggi.

Baca Juga :  Kapolres Ponorogo Lantik Dewan Saka Bhayangkara Cabang Ponorogo

Menurutnya, saat ini hasil penjualan per hektar jagung bisa mencapai Rp 21 juta sedangkan komoditas kedelai di luas lahan yang sama hanya menghasilkan Rp 16 juta. 

Direktur Aneka Kacang dan Umbi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Maman Suherman membenarkan bahwa belum maksimalnya peningkatan produksi kedelai dalam negeri saat ini. Disebutkanya, dari total kebutuhan 3 – 3,5 juta ton per tahun sebanyak 70 persennya dipenuhi dari luar negeri.(wad/kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

AHY, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Akan kunjungi Kota Angin Mamiri, Makassar

Hukrim

Mantan Dirut RSUD dr Hardjono Dituntut 2 Tahun

Hukrim

Sidang Lanjutan, Kesaksian Wabup IdaTak Sesuai

Militer

Sertu Mulyono Pimpin Pemasangan Begisting Rabat Jalan TMMD ke 106

Mataraman

BT, Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Anti Teror Sudah Tiga Tahun Tinggal di Ponorogo

Militer

Kerja Bakti, Babinsa Kodim 0802/Ponorogo Bantu Warga Buat Penampungan Air Irigasi

Hukrim

Sempat Mangkir, Mantan Sekdakab Magetan Abdul Aziz Jalani Eksekusi

Peristiwa

Diduga Himpitan Ekonomi, Warga Singosaren Ditemukan Tewas Gantung Diri