Home / Uncategorized

Selasa, 2 Februari 2016 - 08:05 WIB - Editor : redaksi

Diknas Antisipasi Aliran Sesat Merambah Ke Sekolah

Hadi Suharto Kabid Dikmen Diknas Ngawi

KANALNGAWI-Merebaknya aliran sesat yang muncul di masyarakat dalam kurun waktu terakhir telah menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak, tak terkecuali dunia pendidikan di Kabupaten Ngawi.

Untuk itu, Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Ngawi meminta kepada masyarakat khususnya dunia pendidikan agar senantiasa mewaspadai segala bentuk ajaran yang diperkirakan mengarah ke munculnya aliran sesat .

Hadi Suharto Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Diknas Kabupaten Ngawi menanggapi adanya isu Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang menurutnya kian hari semakin meresahkan masyarakat.

Menurutnya, sebagai upaya menangkal pengaruh-pengaruh ajaran sesat tersebut, melalui dinasnya telah melakukan sosialisasi baik secara formal maupun informal kepada seluruh jajaran pengurus lembaga pendidikan, sebagai bentuk langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk aliran yang berkembang.

Baca Juga :  Inilah Data Rumah Roboh Akibat Terjangan Puting Beliung di Ngawi

“Sejak adanya aliran yang sifatnya menyesatkan bahkan dilarang oleh pemerintah itu jauh hari sudah kita lakukan upaya penekanan ke sekolah baik SMA maupun SMK. Karena sasaran mereka itu bisa juga mengarah ke anak didik, nah ini antisipasinya kita lakukan sosialisasi melalui rapat-rapat internal kita,” kata Hadi Suharto.

Selain itu tandasnya belajar pengalaman kejadian di Kabupaten Jombang pada Maret 2015 yang mana telah beredar buku Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XI SMA yang berisi ajaran berbau radikalisme dan menyebar didaerah tersebut. Tentunya, dengan kejadian itu pihaknya mengharapkan kepada kepala sekolah maupun guru jangan sampai lengah terhadap ajaran seperti ini.

Baca Juga :  Ritual Budaya Kebo Ketan Di Alas Margo Ngawi

Secara terpisah, Rahmad Didik Purwanto Kepala Kesbangpol Kabupaten Ngawi mengatakan ada 10 ciri-ciri aliran sesat sesuai keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tegasnya, masyarakat dewasa ini harus peka terhadap aliran yang mungkin bisa dikatakan nyeleneh dari ketetapan syariah.

“Kalau ada pihak tertentu yang diidentifikasi menyebarkan faham yang tidak sewajarnya masyarakat bisa langsung melaporkan ke aparat berwenang,” singkat Didik. (dik/kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Berikan Motivasi Personel di Jajaran, Kapolda Jatim Kunjungi Polres Nganjuk

Uncategorized

Peringati Hari Juang Kartika Tahun 2020, Kodim 0802/Ponorogo Gelar Donor Darah

Uncategorized

JELANG SAHUR KANIT TURJAWALI SATLANTAS POLRES PONOROGO AMANKAN PEMUDA YANG DIDUGA LAKUKAN BALAP LIAR DI JL. SUROMENGGOLO PONOROGO

Uncategorized

Bansos Datang, Kodim 0802/Ponorogo Siap Salurkan Kepada Warga Terdampak PPKM Darurat Covid-19

Uncategorized

Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan Saat Pandemi, Babinsa Kodim 0802/Ponorogo Sosialisasikan 5M Kepada Warga Desa Binaan

Uncategorized

Banjir Terjang Empat Kelurahan di Empat Kecamatan

Uncategorized

Jaga Tubuh Tetap Bugar, Persit KCK Cab. XVI Kodim Ponorogo Gelar Olahraga Bersama

Uncategorized

Kerja Bakti, Sarana Babinsa Kodim 0802/Ponorogo Dekat Dengan Warga