Home / News

Rabu, 17 Februari 2016 - 23:43 WIB - Editor : redaksi

Nenek Sebatang Kara, Derita Tumor Hingga Telinga Kiri Nyaris Habis

Nenek Lasiyem yang sebatang kara hidup ditengah hutan menahan sakit ditelinga dan pipi kirinya

KANALPONOROGO-Jauh di pedalaman hutan lindung yang berada di Desa Broto, Kecamatan Slahung hidup sebatang kara seorang nenek renta.

Tinggal sendirian tanpa ada tetangga disekitarnya, nenek renta yang bernama Lasiyem(78) ini harus menahan nyeri yang amat sangat atas penyakit yang dideritanya selama delapan tahun. Telinga kirinya telah habis termakan oleh tumor ganas.

Tak hanya itu, luka menjalar hingga pipi kirinya, dan dalam luka tersebut terlihat dikerubuti belatung. “Ini katanya Pak Dokter penyakit tumor mas,”ucap Lasiyem lirih.

Dirumah berdinding kayu berukuran tiga kali empat meter, dilahan hutan lindung dengan tanaman cendana tersebut, Mbah Lasiyem menghabiskan masa tuanya.

Baca Juga :  Kapolsek Pulung Menyampaikan Pesan Kerukunan & Kedamaian di Dukuh Mutih Desa Wayang

Meski hidup serba kekurangan, namun ia tak pernah meminta belas kasihan kepada orang lain.

Di usia renta dengan kondisi badan yang sakit-sakitan, ia tetap bekerja dengan bercocok tanam dihutan lindung milik Perhutani demi bertahan hidup.

Ketika didatangi kerumahnya yang jelas tak memiliki tetangga karena berada di tengah hutan, Lasiyem mengaku jika dirinya pernah memeriksakan penyakit yang dideritanya ke RSU dr Sutomo Surabaya. Sayang selama tiga bulan dirumah sakit, ia seakan tidak pernah merasakan pengobatan dari dokter.

“Dulu pernah saya periksakan ke Surabaya, sampai tiga bulan disana mas, tapi tidak diapa-apakan, cuma di periksa saja, tidak diberi obat,”terangnya.

Baca Juga :  Akan Pegang Senjata api Dinas, Anggota Polres Ponorogo ikuti Tes Psikologi

Nenek Lasiyem pun memutuskan untuk pulang, karena bekal uang yang dia bawa sudah habis untuk biaya hidup selama dirumah sakit. “Waktu berangkat saya bawa uang dari penjualan kambing mas, tapi karena sudah habis, sayapun terpaksa pulang,”tutur Lasiyem

Sementara dari informasi yang berhasil dihimpun, belum ada tenaga medis yang  berani menangani maupun memberikan obat untuk sedikit mengurangi rasa nyeri di kepala hingga punggung yang dirasakanya.

Kini dalam sisa-sisa hidupnya ini, Mbah Lasiyem hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ia alami. Apalagi seluruh hewan ternak miliknya juga telah habis dijual untuk biaya berobat.(kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

News

Perusak APK Diancam Pidana

Mataraman

Kapolres Ponorogo Membuka Rakord Ops Zebra Semeru 2019

Peristiwa

Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenasah Korban Hanyut Sungai Galok Sukorejo

Peristiwa

Tertimpa Dahan Sengon Saat Mengendarai Motor, Warga Ngebel Tewas di TKP

Birokrasi

Meski Telah Dihimbau, Masih Banyak PNS Terlambat

News

Minibus vs Pick Up Tewaskan Tiga Penumpang

Militer

Pembangunan Talud Capai 50%, Sasaran TMMD 106 Ini Optimis Diselesaikan Tepat Waktu

Hukrim

Pengacara Yakin Rita Bebas