Home / Hukrim

Kamis, 21 April 2016 - 13:01 WIB

Korupsi DAK, Kejari Tidak Hentikan Kasus Mantan Wabup

IWAN WINARSO, Kasintel Kejari Ponorogo ( foto : kanal ponorogo)

KANALPONOROGO-Kasus korupsi Dana Alokasi Khusus(DAK) tahun 2012-2013 Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo yang menyisakan satu tersangka atas nama Yuni Widyaningsih, masih terus berlanjut.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Sucipto melalui Kasintel Iwan Winarso saat ditemui kanalponorogo diruang kerjanya, Kamis(21/04/2016).

“Kasus DAK masih tetap berlanjut, dengan tahap penyidikan perkara. Untuk tersangka mantan Wabup yang merupakan seplitan dari perkara yang sudah diselesaikan, tetap menginduk pada pokok perkara utama,”ucap Kasintel Iwan Winarso.

Iwan yang baru dua pekan menjabat sebagai Kasintel Kejaksaan Negeri Ponorogo ini menambahkan, jika pihak penyidik tidak pernah ada upaya untuk menghentikan proses hukum untuk mantan Wabup Ponorogo Yuni Widyaningsih.

Baca Juga :  Sukses Gelar Prestasi Siaga Tahun 2015

“Suatu perkara akan dihentikan jika memenuhi syarat materiil dan formil, sementara untuk tersangka ke delapan kasus korupsi ini tidak memenuhi tiga syarat materiil pemberhentian perkara,”terang Iwan Winarso.

Disebutkanya, tiga syarat materiil dalam pemberhentian perkara yaitu meninggal dunia, kedaluwarsa, dan tidak cukup bukti.

Diketahui, pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya telah memvonis 8 terpidana dari sembilan orang tersangka.

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menetapkan Yuni Widyaningsih sebagai tersangka ke delapan pada 23 Desember 2014 silam, namun hingga saat berkas perkara (BAP) Mbak Ida ini belum juga dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum(JPU).

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Pasar Seni Sukawati Siap Terima Wisatawan

Kasus  korupsi proyek pengadaan alat peraga sekolah 164 SD di wilayah Ponorogo yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012 dan 2013 ini nilainya mencapai Rp 8,1 miliar. Dan sesuai dengan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur untuk proyek tersebut menimbulkan kerugian negara  sebesar  Rp 4,5 miliar.(tim/kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Embat Hp dirumah Kosong, Pemuda Sukorejo Ponorogo Ditangkap Polisi

Hukrim

Berdalih Tak Punya Biaya Nikah, Seorang OB Nekat Curi Motor Perawat RSUD

Hukrim

Napi Pencabulan Asal Ponorogo Gantung Diri di Lapas Madiun

Hukrim

Polres Pacitan Ringkus Komplotan Spesialis Pencuri Kotak Amal Asal Ponorogo

Hukrim

Nyabu Di Room Karaoke, Warga Bandung Dicokok Polisi

Hukrim

Rumah Dokter Dibobol, Sekotak Perhiasan Emas Raib

Hukrim

Tujuh Tersangka Kasus DAK Siap Disidangkan

Hukrim

Tahun Baru, Polres Lakukan Pengecekan ke sejumlah Mall