Home / Hukrim / News

Sabtu, 15 Agustus 2015 - 12:35 WIB - Editor : redaksi

Kasus DAK, Kejari Ponorogo Siap Tindak Lanjuti Keterlibatan AS

KANALPONOROGO-Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari)  Ponorogo menyatakan siap menindak lanjuti keterlibatan AS kakak kandung mantan wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih dalam kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012 -2013 pengadaan alat peraga pendidikan dengan nilai proyek Rp 8,1 miliar.

Sesuai dengan amar putusan 7 terpidana kasus DAK yang sekarang telah menjalani hukuman di Lapas kelas IIB Ponorogo, maka majelis hakim Tipikor Surabaya memerintahkan untuk menindak lanjuti sejauh mana keterlibatan AS(kakak Kandung mantan Wabup Yuni Widyaningsih).

Jauh sebelum perintah majelis hakim Tipikor surabaya keluar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo sudah memulai proses penyelidikan terhadap AS ini.

Dalam kasus ini, AS sudah pernah dipanggil oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca Juga :  Razia Malam Pergantian Tahun, Polres Jombang Amankan Penjual Miras

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo Sucipto menegaskan tanpa perintah dari mejelis hakim Tipikorpun, pihaknya sudah berjalan melakukan pemeriksaan terhadap AS. Penyelidikan terhadap AS ini sekarang sedang berjalan.

Saat ini kejaksaan sedang mendalami, memperjelas dan memperkuat alat bukti yang diperlukan, sehingga tidak menutup kemungkinan AS ini terlibat dalam lingkaran kasus tindak pidana korupsi alat peraga pendidikan yang telah menyeret 3 PNS Diknas dan seorang staf ahli bupati.

“Kejaksaan tidak menunggu apapun untuk menindak lanjuti keterlibatan AS ini. Sekarang sedang mendalami, mempertajam dan memperkuat alat buktinya,”ucap Kajari Ponorogo Sucipto.

Sementara itu salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Kurniawan yang juga Kasi Intelijen Kejari Ponorogo menyatakan, dari fakta persidangan telah terungkap bahwa sejumlah saksi mengaku telah memberikan sejumlah fee kepada mantan Wabup Yuni Widyaningsih melalui AS.

Baca Juga :  Duka Keluarga Penghapal Al Quran

“Dari pengakuan sejumlah saksi yang berasal dari CV Global Inc, bahwa ada aliran dana cash yang diberikan kepada AS, untuk itu kita terus mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat,”ucap Agus Kurniawan.

Dalam persidangan terungkap mantan Wabup Ida menerima fee dalam empat kali penerimaan pada akhir 2012 dan akhir 2013. Dua kali di Surabaya, satu kali di Ponorogo dan satu kali di Yogyakarta. Totalnya, Wabup menerima Rp1,050 miliar.

Dari sebagian fee tersebut, ungkap Agus, tidak diterima langsung oleh mantan Wabup Yuni Widyaningsih, akan tetapi melalui AS.(K-3)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Getaran Gempa 5,1 SR di Gunungkidul Dirasakan di Ponorogo

Militer

Binter Terpadu, Dandim 0802/Ponorogo Dampingi Tim Asistensi Korem 081/DSJ Cek Lokasi RTLH

News

Hilang Empat Hari, Warga Magetan Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai

Mataraman

Kedekatan Polisi dengan Anak, SDN Kutuwetan Kunjungi Polsek Jetis

Peristiwa

Hendak Melihat Air Terjun, Pelajar SD Tewas Jatuh ke Sungai

Nasional

Presiden: PON Adalah Panggung Persatuan

Peristiwa

Motor Vs Pick Up di Jalan Raya Ponorogo-Magetan, Satu Orang Tewas

Headline

Ciptakan Rumah Impian dengan Desain Furniture Modern Kayu Jati, Mahoni, & Sonokeling dari Lanon Furniture