Home / Nasional

Senin, 28 Maret 2016 - 19:13 WIB - Editor : redaksi

Overstay, Warga Pakistan Dideportasi Kantor Imigrasi Ponorogo

Muhammad Imran saat berada di Kanim kelas III Ponorogo ( foto : kanal ponorogo)

KANALPONOROGO-Kantor Imigrasi(Kanim)  Klas III Ponorogo deportasi Muhammad Imran (28) Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan lantaran telah melebihi batas waktu ijin tinggal yang telah diberikan (Over stay).

“Kantor keimigrasian kelas III Ponorogo memulangkan warga negara asing karena ijin tinggal telah melebihi batas yang diberikan,”ucap kepala Kantor Keimigrasian kelas III Ponorogo, Najarudin kepada awak media, Senin (28/03/2016).

Pria yang menikah dengan Nadya Asharoh Windarti ini, telah tinggal di Jalan Parikesit, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas III Ponorogo sebelumnya mendapatkan informasi jika ada warga negara asing tinggal di Ponorogo yang ijinya telah melebihi batas yang diberikan. Berdasar informasi yang diperoleh dan sistem registrasi kemudian petugas melakukan pengawasan serta pengintaian yang kemudian didapati WNA tersebut tinggal di Jalan Parikesit bersama istri dan dua anaknya.

Baca Juga :  Dishub Ponorogo Pecah Arus Mudik di Perbatasan, Urai Kemacetan Lalulintas

“Karena kantor kita baru, dan sistempun juga baru berjalan beberapa waktu yang lalu, sehingga yang bersangkutan baru terdeteksi dalam sistem kami. Setelah bisa dipastikan kemudian kita lakukan penangkapan kepada yang bersangkutan,”ucap Najarudin.

Usai dilakukan penangkapan kemudian yang bersangkutan yang telah habis ijin tinggalnya sejak 286 hari lalu tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan dan diberikan detensi selama 14 hari di kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo.

Baca Juga :  Kasus DAK, Eks Wabup Mangkir Panggilan Kejari

Dari hasil pemeriksaan terungkap, jika yang bersangkutan telah melakukan pernikahan di Pakistan dan akta pernikahanya telah didaftarkan ke kedutaan Besar Indonesia di Pakistan.

Dua orang anak hasil pernikahan mereka saat ini didaftarkan sebagai pemegang dwi kewarganegaraan (Afidavit).

Pria yang bertemu istrinya saat sama-sama bekerja di Hongkong ini dianggap telah melanggar pasal 78 ayat(3) Undang-Undang nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian yakni telah pelanggaran batas Over Stay yang melebihi 60 hari.

Kepadanya akan dilakukan tindakan keimigrasian berupa pendeportasian yang akan dilakukan, Selasa(29/03/2016) besuk melalui Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten.(wad/kanalponorogo)

Share :

Baca Juga

Headline

Presiden Jokowi Tegaskan ASEAN Tidak Boleh Jadi Proksi Siapa pun

Nasional

Presiden Instruksikan Jajaran Tindaklanjuti Rekomendasi Penyelesaian Non-yudisial Pelanggaran HAM Berat

Nasional

DPD Partai Hanura Jatim Roadshow Sosialisasi Muscab

Headline

Menerima Vaksin Dapat Menekan Peluang Lahirnya Varian Baru COVID-19

Headline

Dorong Penggunaan Pupuk Organik, Presiden Minta Mentan Sesuaikan Aturan Pupuk Subsidi

Headline

Bareskrim Polri Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka

Nasional

Presiden: Peluang E-Commerce di Indonesia Masih Sangat Besar

Nasional

Presiden Jokowi Ikuti Proses Coklit Data Pemilih Pemilu Tahun 2024